Berita Mahasiswa

TRKI Polinela Angkat Konsep Circular Economy dan Potensi Lithium Nasional dalam Kuliah Praktisi

Polinela, Kamis (24/07/2025). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Jurusan Teknik, menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi yang mengangkat topik strategis dan aktual dalam dunia teknik kimia, yakni konsep Total Ekstraksi dan Circular Economy. Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, Prof. Himawan Tri Bayu Murti Petrus, S.T., M.E., D.Eng., Guru Besar Teknik Kimia dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik sekaligus menyinergikan pengetahuan teoritis dengan praktik nyata di dunia industri kimia. Bertempat di ruang perkuliahan utama, atmosfer kegiatan dipenuhi antusiasme tinggi dari peserta yang menyambut kehadiran narasumber dengan hangat.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI), Fadian Farisan Silmi, S.T., M.T., yang menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap materi yang dibawakan.

“Kuliah praktisi ini adalah bentuk nyata dari kolaborasi antara dunia akademik dan industri. Mahasiswa harus benar-benar mencermati materi yang disampaikan, karena konsep Total Ekstraksi dan Circular Economy tidak hanya menjadi tren global, tetapi juga kebutuhan mutlak dalam membangun sistem industri yang berkelanjutan,” ujar Fadian.

Dalam pemaparannya, Prof. Himawan mengajak peserta untuk berpikir lebih dalam dan kritis terhadap proses ekstraksi total, termasuk mempertimbangkan dampak emisi dan keberlanjutan dari inovasi yang dilakukan. Ia menekankan bahwa konsep circular economy tidak sekadar soal waste reduction, melainkan menciptakan sistem berulang dalam siklus produksi dan konsumsi.

Dalam pemaparannya, Prof. Himawan mengajak peserta untuk berpikir lebih dalam dan kritis terhadap proses ekstraksi total, termasuk mempertimbangkan dampak emisi dan keberlanjutan dari inovasi yang dilakukan

“Circular economy bukan hanya tentang mengurangi waste, tapi sampai pada tahap bagaimana komoditas bisa terus dipakai kembali dalam rantai industri,” jelas Prof. Himawan.

Sebagai contoh konkret, ia memaparkan potensi sumber daya lokal Indonesia, seperti kandungan lithium dalam Lumpur Sidoarjo (Lusi) yang mencapai 100 ppm, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan lithium di air laut yang hanya sekitar 0,17 ppm. Menurutnya, hal ini menunjukkan peluang besar Indonesia dalam mengembangkan bahan baku strategis secara mandiri dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar pembahasan teknis, Prof. Himawan juga memberikan pesan mendalam mengenai nilai-nilai etika akademik, seperti empati, kejujuran, dan integritas dalam belajar dan berproses.

“Masuk Teknik Kimia jangan hanya karena ingin gaji tinggi. Pahami ilmunya, hormati prosesnya,” tegasnya sembari menyoroti pentingnya budaya berdiskusi yang saling menghargai serta larangan menitip absen sebagai bentuk integritas pribadi.

Kegiatan kuliah praktisi ini menjadi pemantik semangat baru bagi mahasiswa dan dosen TRKI Polinela untuk tidak hanya fokus pada aspek ekonomi industri, tetapi juga memperkuat dimensi keberlanjutan dan nilai-nilai etis dalam setiap langkah pengembangan teknologi.

Dengan menghadirkan narasumber nasional sekaliber Prof. Himawan, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Program Studi TRKI Polinela dalam membentuk lulusan yang tangguh secara keilmuan, bertanggung jawab secara sosial, dan siap menjawab tantangan masa depan industri kimia yang dinamis.