Polinela, Selasa (21/10/2025). Atase Pendidikan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk China, mengundang 30 kampus, termasuk Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan 20 industri asal China untuk duduk bersama membahas gaps kompetensi Sumberdaya Manusia sebagai upaya untuk akselerasi peningkatan kompetensi, hilirisasi dan industrialisasi di Indonesia.
Polinela pada ajang TEI 2025, dihadiri langsung oleh Direktur, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi,. M.Si. dan Wakil Direktur Bidang Kerjasama Eko Win Kenali, S.Kom., M.Cs.
Kegiatan Forum Global Talent: Bridging Industry 4.0 Competency Gaps Via University-Industry Alliance, merupakan salah satu gelaran acara Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 Tahun 2025 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, tanggal 17 Oktober 2025. Oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dan momentum penting dalam memperingati 40 tahun kemajuan perdagangan Indonesia dan memperkuat posisi bangsa di kancah ekonomi global.
Global Talent Forum menghadirkan Mr. Achmad Adhitya, Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia, sebagai pembicara dan Bapak Yudil Chatim, Atase Pendidikan Kebudayaan KBRI Beijing sebagai moderator yang sekaligus penggagas kegiatan dengan menghadirkan pimpinan industri-industri dari China.
Forum ini menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam menyiapkan talenta unggul di era Revolusi Industri 4.0.
Menurut Eko Win Kenali, Kehadiran Politeknik Negeri Lampung dalam ajang ini, selain Polinela sudah menjadi anggota resmi ‘The China-Indonesia TVET Education-Industry Alliace’, sejak bulan september 2025 lalu.
Hal ini juga mencerminkan komitmen institusi dalam memperluas jejaring global melalui kerja sama internasional, serta mendukung penguatan peran pendidikan vokasi dalam pembangunan ekonomi nasional, melalui peningkatan kompetensi, hilirisasi riset terapan. ujar Eko Win Kenali, melalui pesan wa kepada tim kontributor humas.
Melalui partisipasi aktif di TEI 2025, Polinela berupaya memperkenalkan potensi pendidikan vokasi di Provinsi Lampung dan Indonesia yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan industri global.






