Berita Kegiatan

Seminar dan Pelatihan Regional Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular

Polinela, Senin (26/05/2025). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menjalin kerja sama strategis dengan Seameo Biotrop (Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology), pusat riset dan pelatihan biologi tropis di bawah naungan SEAMEO yang berfokus pada pengelolaan sumber daya hayati berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Hasil kolaborasi ini ditandai dengan penyelenggaraan “Seminar dan Pelatihan Regional tentang Sistem Budidaya Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular” yang sukses digelar dengan format hybrid, memungkinkan partisipasi dari berbagai negara baik secara langsung maupun daring.

Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan para pakar, akademisi, peneliti, mahasiswa, serta pemangku kepentingan regional yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu keberlanjutan di bidang pertanian. Fokus utama seminar ini adalah penguatan konsep keberlanjutan jangka panjang dari aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Dalam sambutannya, Direktur Polinela, Dr. Ir. Sarono, M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi ini sebagai langkah maju dalam menciptakan pendidikan vokasi yang adaptif dan responsif terhadap isu global. “Kami percaya bahwa kerja sama ini akan memperluas cakrawala keilmuan sivitas akademika dan membuka jalan bagi pertanian berkelanjutan berbasis riset dan inovasi,” ujarnya.

Seameo Biotrop, sebagai mitra utama, menghadirkan para ahli dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik. Seminar ini diisi dengan berbagai materi seperti praktik budidaya berkelanjutan, pengelolaan limbah pertanian, hingga penerapan model bisnis berbasis ekonomi sirkular. Tidak hanya teori, peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melalui sesi praktik seperti pembuatan kompos, pupuk organik, dan herbisida ramah lingkungan.

Dr. Yoshikazu Tatemoto dari Sakado University, Jepang, dalam sesi pembukaan menyampaikan pentingnya pendidikan pertanian alami sejak dini. “Pendidikan berbasis pertanian alami di sekolah adalah langkah penting untuk mempersiapkan generasi masa depan yang lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Dr. Elis Rosdiawati, Wakil Direktur Administrasi Seameo Biotrop, menekankan pentingnya peran komunikasi dalam menyebarkan inovasi. “Komunikasi yang efektif adalah kunci untuk menyebarkan praktik pertanian berkelanjutan kepada masyarakat luas dan mendorong adopsi yang lebih masif,” ujarnya.

Lebih dari 100 peserta yang terdiri dari pendidik, peneliti, dan mahasiswa dari dalam maupun luar negeri berpartisipasi aktif dalam berbagai sesi interaktif. Diskusi kelompok, kerja lapangan, hingga simulasi praktik langsung menjadi metode utama dalam pelatihan ini, guna memastikan integrasi teori dan keterampilan praktis yang mumpuni.

Dr. Christian M. Santiago dari Aurora State College of Technology (ASCOT), Filipina, turut memberikan pandangannya tentang pentingnya pergeseran paradigma pertanian. “Ekonomi sirkular dalam pertanian bukan hanya tentang mengelola limbah, tetapi juga menciptakan peluang baru yang mendukung keberlanjutan dan memberdayakan masyarakat,” tegasnya dalam sesi penutupan.

Puncak acara ditandai dengan penyusunan peta jalan kolaboratif (collaborative roadmap) yang akan menjadi panduan implementasi lanjutan untuk mendorong inisiatif regional di bidang pertanian berkelanjutan. Agenda ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi perluasan kerja sama antara Polinela, Seameo Biotrop, dan mitra internasional lainnya.