Kegiatan

Polinela Selenggarakan FGD untuk Tingkatkan Efisiensi Pengelolaan Aset

Polinela, Rabu (18/12/2024). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui Unit Pengelola Bisnis mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Aset di lingkungan Polinela. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan diskusi terkait kebijakan tarif guna mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Polinela, Dr. Ir. Beni Hidayat, M.Si., yang mewakili Direktur Polinela, serta didampingi oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si., Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Eko Win Kenali, S. Kom., M.Cs., para Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, dan Kepala Unit Penunjang Akademik di lingkungan Polinela.

Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui Unit Pengelola Bisnis mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Aset di lingkungan Polinela

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Unit Pengelola Bisnis, Sri Handayani, S.P., M.E.P., yang menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam menciptakan tata kelola aset yang profesional, transparan, dan mendukung tujuan institusi.

“Pengelolaan aset yang terstruktur dan berbasis kebijakan tarif yang jelas akan mendukung efisiensi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” ujar Sri Handayani.

Sambutan berikutnya sekaligus membuka kegiatan yang disampaikan oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Ir. Beni Hidayat, M.Si., yang menekankan bahwa penerapan kebijakan tarif yang transparan dan akuntabel menjadi salah satu kunci dalam mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan institusi.

Pada sesi materi, tiga narasumber dihadirkan untuk memberikan pandangan mendalam, yaitu:

  1. Firdaus Wicaksono dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandar Lampung, yang membahas kebijakan tarif dari perspektif pengelolaan aset negara dan peraturan terkait.
  2. Yusti Fatmaningdyah, S.I.A., M.A., dari Politeknik Negeri Jakarta, yang berbagi pengalaman praktis mengenai pengelolaan aset dan kebijakan tarif di institusi pendidikan tinggi vokasi.
  3. E. Ekawati, M.Si., dari UIN Raden Intan, yang memberikan perspektif akademis mengenai prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset, serta implementasinya di lembaga pendidikan.
Pada sesi materi, tiga narasumber dihadirkan untuk memberikan pandangan mendalam

Diskusi yang berlangsung interaktif ini menghasilkan beberapa rekomendasi strategis terkait kebijakan tarif dan pengelolaan aset, yang diharapkan dapat diimplementasikan untuk memperkuat tata kelola aset di Polinela. Kegiatan ditutup dengan harapan agar hasil diskusi ini menjadi dasar perumusan kebijakan yang lebih efektif dan efisien di masa depan.