Polinela, Senin (10/11/2025). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Tata Kelola Kemitraan Strategis Berbasis Teaching Factory (TeFa) di Ruang Sidang Utama Eks Perpustakaan Polinela. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan dunia industri guna mewujudkan tata kelola kemitraan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan upaya konkret Polinela untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kemitraan strategis dengan berbagai pihak eksternal, terutama industri, dalam rangka mendukung pelaksanaan Teaching Factory di lingkungan kampus.
“Teaching Factory merupakan jantung dari pendidikan vokasi. Melalui tata kelola kemitraan yang kuat, Polinela berkomitmen membangun jejaring industri yang mampu mendukung pengembangan pembelajaran berbasis produksi dan kewirausahaan. FGD ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi dalam menyusun strategi bersama menuju tata kelola kemitraan yang berdaya saing,” ujar Direktur.
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana Sigit Ardiansyah, S.P., M.Tr.P., menyampaikan bahwa pelaksanaan FGD ini diharapkan menjadi momentum penguatan dokumen dan sistem kemitraan strategis berbasis TeFa di Polinela, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan vokasi nasional.
Setelah pembukaan, sesi pertama diisi dengan pemaparan materi bertema “Penyusunan Dokumen Penguatan Tata Kelola Kemitraan Strategis Berbasis TeFa” oleh Refa Firgiyanto, S.P., M.Si., selaku Sekretaris Pusat Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Politeknik Negeri Jember. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya tata kelola kemitraan yang terstruktur, transparan, dan terintegrasi dengan sistem pembelajaran vokasi.
Sesi kedua menghadirkan narasumber dari berbagai mitra industri strategis, yakni Emir Matslan Lubis, S.P., M.P. (PT Great Giant Foods), Renita Fajarwati, S.Tr.P. (PT East West Seed Indonesia), Syamsudin, S.Ag., M.M. (PT Wong Agro Lestari), Pascal A. Warella (W Local Farm), dan Zulfadli (PT Sari Alami/El’s Coffee). Para narasumber berbagi pengalaman tentang praktik kemitraan dan penguatan kolaborasi dengan lembaga pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan siap kerja dan inovatif.
Diskusi yang dimoderatori oleh Abu Haris Husain, S.P., M.P. berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan konstruktif mengenai bagaimana memperkuat sinergi industri dan akademik. Peserta yang terdiri atas dosen, pengelola TeFa, serta perwakilan mitra industri aktif memberikan masukan dalam penyusunan dokumen penguatan kemitraan Polinela ke depan.
Menutup kegiatan, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam FGD ini. Kegiatan diakhiri bersama dengan seluruh peserta sebagai simbol semangat kolaborasi untuk mewujudkan tata kelola kemitraan strategis yang berdaya saing dan berkelanjutan. Melalui kegiatan FGD ini, Politeknik Negeri Lampung menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang terus berinovasi dalam mengembangkan model Teaching Factory berbasis kemitraan strategis guna mendukung peningkatan kompetensi lulusan dan keberlanjutan industri nasional.





