Polinela, Kamis (25/10/2024). Kegiatan Agricultural Innovation Technology Competition VI (AITeC VI) resmi dibuka di Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Pembukaan dihadiri oleh para Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dari berbagai politeknik se-Indonesia. Kehadiran para pemimpin pendidikan vokasi ini menunjukkan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang strategis untuk memacu inovasi di sektor pertanian.

Kegiatan dimulai dengan Pawai Defile yang diikuti oleh berbagai institusi pendidikan vokasi dari seluruh Indonesia dan luar negeri, yaitu Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Negeri Batam, Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong, Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, Politeknik Negeri Subang, Politeknik Negeri Cilacap, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Negeri Banyuwangi, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Madiun, Politeknik Negeri Pontianak, Politeknik Lamandau, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Balikpapan, Politeknik Negeri Nusa Utara, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang, Politeknik Perikanan Negeri Tual, Universitas Sebelas Maret, Universitas Timor, Instituto Politecnico de Betado (IPB), Jiangsu Agri Animal Husbandry Vocational College, dan Politeknik Negeri Lampung.
Dalam sambutannya, Direktur Polinela, Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si., menyampaikan bahwa AITeC VI merupakan wujud komitmen perguruan tinggi vokasi dalam mendukung perkembangan teknologi pertanian di Indonesia. “Kompetisi ini diharapkan dapat memacu semangat mahasiswa untuk menciptakan teknologi yang inovatif dan aplikatif dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Ketua Badan Koordinasi Kemahasiswaan Politeknik Se-Indonesia (Bakorma), Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom., M.T., dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan AITeC VI sebagai langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri. Pejabat kementerian dalam sambutannya juga menekankan pentingnya inovasi dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian serta menghadapi tantangan global di bidang pangan.
Setelah seremoni pembukaan, rangkaian kompetisi resmi dimulai. Para peserta dari berbagai perguruan tinggi akan bersaing dalam berbagai kategori lomba inovasi, seperti Smart and Precision Farming, Teknologi Tepat Guna, hingga berbagai lomba teknis seperti Sortasi Biji Kopi, Handling Ternak, dan Teknik Pengambilan Sampel Darah Ayam.

Kompetisi ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan solusi teknologi yang inovatif guna mendukung industri pertanian masa depan. AITeC VI diharapkan menjadi wadah untuk berbagi ide, pengetahuan, dan inovasi yang dapat diaplikasikan di lapangan, sehingga mampu mendukung transformasi sektor pertanian di Indonesia.





