Polinela, Selasa (30/09/2025). Program Magister Terapan Ketahanan Pangan (MTKP) Politeknik Negeri Lampung menggelar Kuliah Praktisi dan Studium Generale secara hybrid dengan menghadirkan pakar nasional di bidang bioteknologi dan teknologi pangan.
Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si., yang menekankan pentingnya peningkatan inovasi produk pertanian agar mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di era modern. “Perguruan tinggi harus menjadi motor inovasi agar produk pertanian Indonesia tidak hanya unggul secara produksi, tetapi juga bernilai tambah tinggi dan menyehatkan masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Widia Rini Hartari, S.P., M.Si., dosen MTKP, menghadirkan tiga narasumber utama Dr. Indrastuti A. Rumanti, S.P. (Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN) Menjelaskan pemanfaatan bioteknologi dalam perakitan varietas padi untuk menghadapi cekaman biotik dan abiotik.
Paparannya menyoroti teknik marka molekuler untuk seleksi berbantuan marka (MAS), kultur jaringan untuk mempercepat pembentukan galur murni, serta penerapan genome editing (CRISPR-Cas9) guna meningkatkan produktivitas, ketahanan hama/penyakit, dan kandungan nutrisi. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan omics (metabolomik, proteomik, dan transkriptomik) untuk efisiensi pemuliaan padi unggul.
Prof. Widya Dwi Rukmi Putri (Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi, Universitas Brawijaya) Mengulas inovasi teknologi pengolahan pangan fungsional, khususnya pengembangan tepung tinggi pati resisten dari komoditas lokal seperti sukun, labu kuning, dan ubi jalar. Beliau menjelaskan manfaat pangan fungsional yang mengandung komponen bioaktif seperti β-glucan, inulin, dan antosianin, yang terbukti menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, serta berpotensi mencegah penyakit kardiovaskular dan kanker. Metode pengolahan seperti annealing dan pregelatinisasi diungkapkan mampu mempertahankan senyawa bioaktif dan meningkatkan aktivitas antioksidan tepung.
Nita Yulianis, S.P., M.Si. (Direktorat Kewaspadaan Pangan dan Gizi, Badan Pangan Nasional) Menyoroti tantangan ketahanan pangan nasional, termasuk upaya menekan angka food loss and waste dan pentingnya diversifikasi pangan berbasis sumber lokal. Ia menekankan peran inovasi kampus dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya melalui riset terapan dan kolaborasi lintas sektor.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Irmayani Noer, selaku Ketua Pengelola MTKP, menegaskan bahwa kuliah praktisi ini bukan hanya forum berbagi ilmu, tetapi juga pemacu penyelarasan kurikulum dengan perkembangan mutakhir di bidang pertanian. “Inovasi bioteknologi dan pangan fungsional harus segera diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Dengan begitu, lulusan MTKP tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap mengembangkan produk pertanian bernilai tambah tinggi yang dibutuhkan masyarakat dan industri,” ujarnya.
Kegiatan ini memperkuat visi MTKP Polinela dalam memadukan sains, teknologi, dan kebijakan untuk mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan bioteknologi dan inovasi pangan, sekaligus mampu berkontribusi nyata pada pencapaian ketahanan pangan nasional.





