Polinela, Rabu (01/04/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Wakil Direktur Bidang Akademik (FWD1) Politeknik Negeri se-Indonesia yang menghadirkan para pimpinan bidang akademik dari berbagai politeknik negeri di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi nasional serta menyelaraskan kebijakan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan industri.
Agenda pertama diawali dengan koordinasi penerimaan mahasiswa baru (PMB) Politeknik Negeri se-Indonesia. Dalam sesi ini, para Wakil Direktur Bidang Akademik membahas secara komprehensif berbagai aspek teknis dan strategis, mulai dari mekanisme seleksi nasional, penguatan sistem seleksi berbasis digital, hingga upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerimaan mahasiswa. Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan vokasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Diskusi berkembang pada upaya menyelaraskan jalur seleksi nasional dan mandiri agar mampu menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Hal ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas lulusan politeknik yang siap kerja dan berdaya saing.
Memasuki agenda kedua, forum dilanjutkan dengan sosialisasi pemutakhiran panduan kurikulum pendidikan tinggi vokasi berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Pembahasan ini menitikberatkan pada penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (outcome-based education), integrasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), serta penguatan praktik industri sebagai bagian utama dalam proses pendidikan vokasi.
Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan momentum penting dalam menyatukan visi pengembangan pendidikan vokasi nasional.
“Melalui forum ini, kita dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah strategis guna memastikan pendidikan vokasi semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik Polinela, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan dua agenda utama ini memiliki dampak langsung terhadap kualitas pendidikan vokasi.
“Koordinasi PMB dan pemutakhiran kurikulum merupakan dua pilar utama dalam membangun sistem pendidikan vokasi yang unggul. Kami berharap melalui forum ini lahir kesepahaman bersama dalam menerapkan sistem seleksi yang berkualitas serta kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa Polinela berkomitmen untuk terus menjadi bagian aktif dalam penguatan ekosistem pendidikan vokasi nasional.
“Polinela siap berkontribusi dalam implementasi kebijakan nasional, khususnya dalam pengembangan kurikulum berbasis industri serta peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan agenda ini, Polinela tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai katalisator dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi yang lebih responsif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.





