Berita

Dukung Sektor Kesehatan, Polinela Rancang Pembukaan Prodi Gizi Klinis

Polinela,Rabu (16/07/2025). Situasi gizi dan kesehatan di Indonesia masih menjadi tantangan besar di semua siklus kehidupan—mulai dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Meskipun prevalensi stunting nasional menunjukkan tren penurunan dan pada tahun 2024 telah mencapai angka 19,8%, namun angka ini masih belum memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024 sebesar 14%.

Di sisi lain, prevalensi penyakit tidak menular (PTM) terus meningkat. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stroke di Indonesia mencapai 19,8%, diabetes melitus 10,3%, dan hipertensi sebesar 21,6%. Penyakit-penyakit ini menyumbang sekitar 75% dari total kematian secara global, sehingga menjadi perhatian serius dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Menurut kerangka UNICEF, status gizi seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari penyebab langsung seperti asupan makanan yang tidak adekuat dan penyakit infeksi, hingga penyebab tidak langsung seperti ketahanan pangan keluarga, pola asuh, dan akses terhadap fasilitas kesehatan, air bersih, serta sanitasi. Selain itu, faktor penyebab dasar seperti kemiskinan, pendidikan yang rendah, ketimpangan gender, dan kebijakan publik juga turut berperan.

Sayangnya, ketersediaan tenaga gizi yang kompeten masih belum merata, terutama di daerah luar perkotaan. Inilah yang menjadi dasar pentingnya pengembangan pendidikan tinggi di bidang gizi, khususnya pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan lulusan siap pakai, berwawasan lokal, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai institusi pendidikan vokasi yang berkomitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) memandang urgensi dan peluang besar untuk turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan gizi nasional. Untuk itu, Polinela merencanakan pembukaan Program Studi Gizi Klinis pada tahun 2026.

Program studi ini akan dikembangkan dengan dukungan tim ahli yang terdiri dari nutritionist bergelar magister gizi, dokter dengan latar belakang magister kesehatan masyarakat, serta dosen-dosen berpengalaman di bidang kesehatan masyarakat. Kurikulum disusun untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang gizi klinis dan mampu bekerja di berbagai sektor, seperti rumah sakit, layanan komunitas, industri pangan, serta lembaga penelitian.

Direktur Politeknik Negeri Lampung menegaskan bahwa pembukaan program studi Gizi Klinis merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan kesehatan nasional. “Kami berharap program studi ini dapat menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat,” ujarnya.

Melalui pembukaan program studi ini, Polinela tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan kualitas tenaga kesehatan di Provinsi Lampung, tetapi juga mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan nasional. Polinela yakin bahwa Program Studi Gizi Klinis akan menjadi salah satu program unggulan yang adaptif terhadap tantangan zaman serta memiliki daya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional.