Kegiatan

Tim Dosen Polinela Lakukan Kegiatan Pengabdian Transformasi Menuju Desa Sadar Iklim

Polinela, Rabu (12/11/2025). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Sadar Iklim yang dilaksanakan di Desa Banjarrejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan PKM ini melibatkan Tim Dosen Polinela dari Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, yaitu Arum Sekar Buana, S.Si., M.Sc., Dr. Dulbari, S.P., M.Si., dan Tri Pujiana, S.P., M.P.

Kegiatan ini berlangsung sejak bulan September hingga Desember 2025 dan menjadi bagian dari upaya Polinela untuk mendorong masyarakat desa berperan aktif dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Perubahan iklim global kini menjadi tantangan nyata bagi sektor pertanian. Praktik pertanian yang tidak ramah lingkungan seperti penggunaan pupuk kimia berlebihan, pembakaran jerami, serta pengelolaan lahan yang tidak berkelanjutan telah menyebabkan penurunan kualitas tanah, meningkatnya serangan hama, dan turunnya produktivitas hasil pertanian. Dalam konteks tersebut, Polinela berupaya menghadirkan solusi melalui gerakan transformasi menuju pertanian cerdas iklim dan ramah lingkungan.

Kegiatan PKM ini melibatkan Tim Dosen Polinela dari Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, yaitu Arum Sekar Buana, S.Si., M.Sc., Dr. Dulbari, S.P., M.Si., dan Tri Pujiana, S.P., M.P. Program ini juga menggandeng Kelompok Tani Eko Budi sebagai mitra aktif di Desa Banjarrejo.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Banjarrejo, Bambang Sutejo, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian dan kontribusi Polinela terhadap permasalahan lingkungan dan pertanian di wilayahnya. “Desa Banjarrejo menghadapi tantangan kompleks dalam sektor pertanian dan lingkungan. Sebagian besar masyarakat masih menggunakan sistem pertanian konvensional yang bergantung pada pupuk dan pestisida kimia. Praktik ini memang meningkatkan hasil dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang justru menurunkan kesuburan tanah, mengurangi keanekaragaman hayati, dan menekan produktivitas. Terlebih, ketersediaan pupuk bersubsidi semakin terbatas, sehingga petani semakin terbebani oleh biaya produksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti masalah pengelolaan limbah pertanian yang belum optimal. “Limbah pertanian seperti jerami, batang jagung, dan kotoran ternak sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan kompos. Namun karena dianggap mengganggu, banyak yang justru dibakar. Padahal, kebiasaan ini memperparah emisi gas rumah kaca dan mempercepat pemanasan global,” tambahnya.

Bambang Sutejo berharap kegiatan yang dilakukan oleh Tim Dosen Polinela dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian ramah lingkungan.

Program PKM Desa Sadar Iklim Polinela mencakup berbagai kegiatan, antara lain:

  1. Bimbingan Teknis Budidaya Cerdas Iklim.
  2. Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Konservasi Lingkungan Terpadu menggunakan teknologi Lubang Multiguna (Lu-Mu).
  3. Penanaman pohon alpukat secara organik.
  4. Pelatihan pembuatan pupuk organik alami dengan metode Indonesian Natural Farming (INF).

Selain kegiatan pelatihan, Polinela juga memberikan paket bantuan teknologi kepada kelompok tani mitra berupa 250 bibit alpukat siap tanam dengan teknologi budidaya organik, 20 unit Lubang Multiguna (Lu-Mu) untuk pengelolaan sampah rumah tangga dan konservasi, serta 10 set peralatan pembuatan pupuk organik metode INF.

Ketua Tim PKM Desa Sadar Iklim, Arum Sekar Buana, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

“Program ini tidak hanya membantu petani beradaptasi terhadap perubahan iklim, tetapi juga berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca nasional, meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap variabilitas iklim, serta menghasilkan data dan praktik lokal yang dapat menjadi dasar kebijakan pembangunan pertanian berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun ke depan, Polinela menargetkan Desa Banjarrejo dapat bertransformasi menjadi Desa Sadar Iklim yang mandiri, tangguh, dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam mengimplementasikan praktik pertanian berkelanjutan.

Program ini didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta menjadi bagian dari komitmen Politeknik Negeri Lampung dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan teknologi pertanian ramah lingkungan.