kimia terapan Archives - Politeknik Negeri Lampung https://polinela.ac.id/tag/kimia-terapan/ Pendidikan Tinggi Vokasi yang berorientasi pada Akhlak Mulia, Disiplin, Terampil, Mandiri dan Kompetitif Wed, 12 Jun 2024 09:19:24 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://polinela.ac.id/wp-content/uploads/2019/12/cropped-polinela_logo-32x32.png kimia terapan Archives - Politeknik Negeri Lampung https://polinela.ac.id/tag/kimia-terapan/ 32 32 Penguatan Kurikulum, Polinela Selenggarakan Lokakarya untuk Kimia Terapan https://polinela.ac.id/penguatan-kurikulum-polinela-selenggarakan-lokakarya-untuk-kimia-terapan/ Wed, 12 Jun 2024 09:19:24 +0000 https://polinela.ac.id/?p=10092 Polinela, Rabu (12/06/2024). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) gelar lokakarya kurikulum untuk Program Studi Kimia Terapan yang berada di bawah naungan Jurusan Teknologi Pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk menyempurnakan kurikulum yang ada sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan terkini di bidang kimia terapan. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., […]

The post Penguatan Kurikulum, Polinela Selenggarakan Lokakarya untuk Kimia Terapan appeared first on Politeknik Negeri Lampung.

]]>
Polinela, Rabu (12/06/2024). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) gelar lokakarya kurikulum untuk Program Studi Kimia Terapan yang berada di bawah naungan Jurusan Teknologi Pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk menyempurnakan kurikulum yang ada sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan terkini di bidang kimia terapan.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., yang menekankan pentingnya penyempurnaan kurikulum untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan industri. “Penyempurnaan kurikulum adalah langkah strategis untuk menciptakan lulusan kompeten dan siap bersaing di era globalisasi dan revolusi industri 4.0. Kurikulum harus mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang dan menyediakan bekal memadai bagi mahasiswa.”

Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., yang menekankan pentingnya penyempurnaan kurikulum untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan industri.

Selanjutnya, Direktur Polinela, diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., memberikan sambutan dan membuka secara resmi lokakarya ini. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri untuk menghasilkan lulusan berkualitas dan siap bersaing di pasar kerja. “Kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri adalah kunci untuk menciptakan lulusan dengan pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis yang dibutuhkan di lapangan. Polinela berkomitmen memperkuat hubungan ini melalui kurikulum yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan industri.”

Wakil Direktur Bidang Akademik, Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., memberikan sambutan dan membuka secara resmi lokakarya ini

Sesi materi dimulai dengan pemaparan dari Kepala Pusat Penjaminan Mutu Dan Pengembangan Pembelajaran (PPMPP), Evi Yuniarti, S.E., M.Si., yang membahas secara rinci regulasi penyusunan Kurikulum Vokasi. Materi ini memberikan landasan yang kuat dalam penyusunan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan industri.

Materi kedua disampaikan oleh Koordinator Program Studi Kimia Terapan, Vida Elsyana, S.Pd., M.Si. yang memaparkan rancangan kurikulum prodi Kimia Terapan. Rancangan ini merupakan hasil dari kolaborasi antara dosen dan stakeholder untuk memastikan bahwa kurikulum dapat mencakup secara menyeluruh kebutuhan dan tren terbaru dalam industri kimia.

Kepala Pusat Penjaminan Mutu Dan Pengembangan Pembelajaran (PPMPP), Evi Yuniarti, S.E., M.Si., yang membahas secara rinci regulasi penyusunan Kurikulum Vokasi dan Koordinator Program Studi Kimia Terapan, Vida Elsyana, S.Pd., M.Si. yang memaparkan rancangan kurikulum prodi Kimia Terapan

Sesi selanjutnya menghadirkan review dan masukan dari para Stakeholder, diantaranya Dedi Nuryanto, S.Si (PT Louis Dreyfus Company (LDC) Indonesia), Indra Panggabean, S.T. (PT. Aimtopindo Nuansa Kimia), dan Dr. Nurhasanah, S.Si., M.Si dari Himpunan Kimia Indonesia (HKI). Masukan dari para stakeholder ini sangat berharga dalam memastikan bahwa kurikulum yang disusun dapat memenuhi harapan dan kebutuhan industri.

Di sesi terakhir, review dan masukan dari Stakeholder dilakukan melalui platform zoom meeting. Dr. Gede Agus Beni Widana, S.Si., M.Si., Apt (Universitas Pendidikan Ganesha), Dr. Nur Akmalia Hidayati (BRIN), dan Khusnan Fadli N.I., S.Si (PT Kromtekindo Utama) memberikan kontribusi dan pandangan yang berharga melalui diskusi daring ini.

Lokakarya kurikulum ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berarti dalam penyempurnaan kurikulum Program Studi Kimia Terapan di Politeknik Negeri Lampung, sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di dunia industri kimia.

The post Penguatan Kurikulum, Polinela Selenggarakan Lokakarya untuk Kimia Terapan appeared first on Politeknik Negeri Lampung.

]]>
Perbedaan Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri Dan Kimia Terapan https://polinela.ac.id/perbedaan-program-studi-teknologi-rekayasa-kimia-industri-dan-kimia-terapan/ Thu, 04 Apr 2024 02:09:45 +0000 https://polinela.ac.id/?p=9580 Polinela, Kamis (04/04/2024). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) resmi mendapatkan izin pembukaan Program Studi Kimia Terapan jenjang sarjana terapan, yang akan menambah kekuatan bidang keilmuan terapan di Polinela. Namun, hal ini memunculkan pertanyaan, “Apa perbedaan utama antara Program Studi Kimia Terapan dengan Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) yang telah ada sebelumnya?”. Program Studi Kimia […]

The post Perbedaan Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri Dan Kimia Terapan appeared first on Politeknik Negeri Lampung.

]]>
Polinela, Kamis (04/04/2024). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) resmi mendapatkan izin pembukaan Program Studi Kimia Terapan jenjang sarjana terapan, yang akan menambah kekuatan bidang keilmuan terapan di Polinela.

Namun, hal ini memunculkan pertanyaan, “Apa perbedaan utama antara Program Studi Kimia Terapan dengan Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) yang telah ada sebelumnya?”.

Program Studi Kimia Terapan termasuk dalam ranah ilmu pengetahuan alam atau science. Fokus utamanya adalah menerapkan prinsip-prinsip kimia dalam menyelesaikan masalah praktis di berbagai bidang, seperti farmasi, bioteknologi, material, dan lingkungan.

Tujuan akhirnya adalah memperoleh pemahaman yang kokoh mengenai dasar-dasar kimia dan menerapkannya dalam konteks spesifik untuk mengembangkan produk atau solusi yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Program studi ini secara erat terkait dengan studi Kimia pada umumnya di perguruan tinggi.

Di sisi lain, Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) termasuk dalam ranah ilmu teknik atau engineering. Fokusnya adalah menerapkan prinsip-prinsip kimia untuk merancang, mengembangkan, dan meningkatkan proses industri yang melibatkan reaksi kimia.

Tujuan akhir dari program ini adalah menghasilkan produk dan proses yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Mahasiswa TRKI akan mempelajari tentang desain, kontrol, dan optimalisasi proses industri kimia.

Perbedaan mendasar antara kedua program studi ini terletak pada pendekatan aplikasi kimia. Kimia Terapan lebih menitikberatkan pada pemahaman dasar kimia dan penerapannya dalam berbagai konteks praktis dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, TRKI lebih menekankan pada aspek rekayasa dan teknik untuk menghasilkan produk secara efisien dan ekonomis dalam skala industri.

Dengan demikian, meskipun keduanya berfokus pada studi kimia, pencapaian pembelajaran dan tujuan akhirnya berbeda, mencerminkan perbedaan dalam pendekatan ilmiah dan praktis. Kehadiran kedua program studi ini di Polinela memberikan pilihan yang beragam bagi calon mahasiswa yang tertarik dalam bidang kimia, sesuai dengan minat dan tujuan karier mereka masing-masing.

Devy Cendekia, S.Si., M.Si., anggota tim taskforce pembentukan Program Studi Kimia Terapan, menjelaskan bahwa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri menekankan pengembangan teknologi dalam industri kimia, sementara Kimia Terapan lebih menekankan pada penerapan konsep kimia dalam berbagai konteks praktis.

Selain itu, kurikulum Teknologi Rekayasa Kimia Industri lebih bersifat teknis dengan fokus pada rekayasa proses industri kimia, sementara Kimia Terapan menawarkan pendekatan yang lebih luas dengan memperkenalkan aplikasi kimia dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hal tujuan karir, lulusan Teknologi Rekayasa Kimia Industri umumnya bekerja sebagai insinyur atau teknisi di industri kimia, sementara lulusan Kimia Terapan memiliki peluang karir yang lebih bervariasi, termasuk di industri makanan, farmasi, dan lingkungan.

The post Perbedaan Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri Dan Kimia Terapan appeared first on Politeknik Negeri Lampung.

]]>