Polinela, Kamis (10/07/2025). Program berdikari yang di inisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang di biayai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan telah memasuki tahap final dan penyelesaian dalam waktu beberapa bulan lagi. Program ini memiliki jangka 12 bulan yang terhitung dari bulan desember 2024 hingga bulan oktober 2025.

Politeknik Negeri Lampung memiliki 4 tim yang lolos dalam program ini salah satunya yaitu tim yang di Ketuai oleh Dimas Prakoswo Widiyani, S.P., M.P., tim ini mengusung tema kopi dengan judul “peningkatan nilai tambah ekonomi petani kopi robusta dengan strategi kemitraan serta pengolahan bertahap berbasis produk unggul dan berdaya saing untuk tercapainya kopi premium khas lampung barat” dengan 4 anggota lainya yaitu Kresna Shifa Usodri, S.P., M.Si, Supriyanto, S.P., M.Si, Ir. Bambang Utoyo, M.P. dan Tandaditya A. Airlangga, S.P., M.Sc.
Tim ini bekerja sama dengan mitra BUMP Gapoktan Lampung Robusta dengan SMK Negeri 01 Kebun Tebu. Permasalahan utama riset ini di angkat oleh ketua BUMP bapak Risdiantoni berkaitan dengan banyaknya kopi buangan atau kopi pixel (undergrade) dengan nilai jual rendah dan belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Sehingga hal ini yang melatar belakangi tim riset untuk mengangkat topik tersebut untuk dijasikan isu utama dalam meningkatkan nilai tambah masyarakat.
Seiring dengan program ini berjalan telah didapatkan beberapa alternatif dalam bagaimana upaya meningkatkan nilai tambah kopi pixel (undergrade) ini menjadi produk yang layak dan berdaya saing dengan bahan baku non grade melalui beberapa cara pengolahan hasil diantaranya melalui cara peroastingan khusus dan memadukan komposisi antara kopi pixel dengan kopi grade 4 atau 5 yang ada di masyarakat. Dengan telah dilakukan pengujian awal tim riset telah mendapatkan formula yang sesuai walaupun kegiatan riset belum pada tahap akhir pengujian.
Selain berdampak pada edukasi masyarakat dan juga mitra SMK dalam meleksanakan riset bersama, program ini secara tidak langsung juga menopang eksistensi dari Teaching Factory Kopi yang ada di Politeknik Negeri Lampung yang berdiri di bawah Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan. Teaching Factory ini di namai To One Coffee & Roastery dengan model bisnis berbasis pembelajaran.
TeFa ini merupakan mini faktori yang bergerak dibidang roastery, kopi bubuk dan cafe dengan pangsa pasar mahasiswa, dosen dan masyarakat luas. Dalam kaitanya dengan program berdikaari ini juga menopang eksistensi TeFa ini berkaitan dengan bahan baku, alat dan beberapa fasilitas yang dioptimalkan sehingga sangat bermanfaat bagi TeFa ini. Selain itu Produk dari TeFa ini sudah memiliki izin edar PIRT dan sertifikat halal sehingga produk ini sudah mampu dijalankan sebagai sarana bisnis kampus.
Teaching Factory ini sekarang merupakan salah satu TeFa unggulan yang dimiliki oleh Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan dan Juga Politeknik Negeri Lampung. Teaching Factory ini juga membantu kegiatan seperti praktikum mahasiswa, penelitian mahasiswa dan dosen juga sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan mahasiswa dalam meningkatkan jiwa enterpreneur dalam menjadi wirausahawan yang tangguh untuk kedepanya.
Berdasarkan dampak positif dari program berdikari ini di harapkan teaching factory ini akan semakin eksis dan bertambah besar, bukan hanya sekedar pelengkap fasilitas pembelajaran saja dengan aspek bisnis yang kecil namun juga harus ditingkatkan dalam sekala industri yang besar, mengingat beberapa fasilitas yang ada sudah cukup mempuni dalam menunjang produksi. Selanjutnya teaching factory ini diharapkan sebagai role model dalam berdirinya TeFa lain yang lebih baik sehingga Politeknik Negeri Lampung akan memiliki banyak Teaching Factory yang tidak hanya sebagai fasilitas pembelajaran namun juga bersekala industri yang dikenal oleh masyarakat luas.





