Polinela, Kamis (17/07/2025). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) turut berpartisipasi dalam kegiatan Kunjungan Kerja Badan Legislasi DPR RI ke Provinsi Lampung yang dilaksanakan di Ballroom PT. Umas Jaya Agrotama. Kegiatan ini merupakan agenda resmi DPR RI dalam rangka pemantauan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
Undangan kehadiran disampaikan secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Lampung kepada pimpinan perguruan tinggi di wilayah Lampung, termasuk Direktur Politeknik Negeri Lampung, Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si. Kegiatan ini merupakan bagian dari masa persidangan IV Tahun Sidang 2024–2025, dengan fokus utama pada evaluasi implementasi regulasi yang berdampak langsung terhadap kehidupan petani.
Sebagai institusi pendidikan vokasi unggulan di bidang pertanian dan agroindustri, Polinela memandang bahwa pelaksanaan UU No. 19 Tahun 2013 tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah, melainkan juga memerlukan keterlibatan aktif dari dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi vokasi.
Direktur Polinela, Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran Polinela dalam forum ini merupakan bentuk komitmen lembaga untuk terus berperan dalam menjembatani kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat akar rumput. “Kami turut aktif dalam agenda kunjungan kerja ini sebagai bagian dari upaya kolaboratif lintas sektor. Pendidikan vokasi memiliki posisi penting dalam mendukung petani agar semakin tangguh menghadapi tantangan zaman, seperti perubahan iklim, fluktuasi harga, dan digitalisasi pertanian,” ujarnya.

Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan dunia pendidikan dalam penyusunan maupun evaluasi kebijakan berbasis data serta kebutuhan riil di lapangan. Dalam forum ini, perwakilan DPR RI membuka ruang dialog dengan para pemangku kepentingan daerah, termasuk akademisi, pelaku agribisnis, serta perwakilan kelompok tani.
Polinela, melalui berbagai program studi dan kegiatan tridharma perguruan tinggi, terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepemimpinan untuk menjadi agen perubahan di masyarakat. Kolaborasi seperti ini menjadi wadah strategis untuk memastikan bahwa arah kebijakan pembangunan pertanian nasional tetap relevan, adaptif, dan berpihak pada petani sebagai pelaku utama.
Dengan kehadiran aktif dalam forum nasional ini, Polinela kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pertanian yang adil, berkelanjutan, dan berbasis inovasi teknologi.





