Polinela, Kamis (26/02/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar Pembekalan Dosen Pembimbing Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 bertempat di GSG Polinela. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pembimbingan Magang Industri skema MBKM guna memastikan implementasi berjalan terstruktur, terukur, dan selaras dengan standar akademik institusi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Polinela dalam hal ini diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran dosen pembimbing tidak hanya bersifat administratif, melainkan strategis dalam menjaga mutu pembelajaran di luar kampus.
“Magang Industri dalam skema MBKM bukan sekadar aktivitas praktik kerja, tetapi proses pembelajaran berbasis pengalaman yang harus dikawal secara akademik. Dosen pembimbing memiliki tanggung jawab memastikan capaian pembelajaran, kedisiplinan, serta pembentukan karakter mahasiswa tetap terjaga selama berada di industri,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pada semester ini sebanyak 1.200 mahasiswa Polinela mengikuti program MBKM, sehingga diperlukan kesamaan persepsi dan pola pendampingan yang sistematis di seluruh program studi.
Arahan teknis disampaikan oleh Kepala Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (P2MPP) Polinela, M.Si. Rusmianto, S.E., M.Si. Ia memaparkan secara komprehensif alur pelaksanaan MBKM, mulai dari tahapan persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan konversi mata kuliah.
Rusmianto menekankan pentingnya mekanisme supervisi berjenjang dengan pola daring–luring–daring, yang meliputi pembekalan awal secara daring, monitoring lapangan (luring), serta evaluasi dan pelaporan akhir secara daring. Selain itu, penguatan monitoring jurnal harian mahasiswa, presensi, serta koordinasi intensif antara dosen pembimbing, koordinator program studi, dan pihak industri menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas program.
“Supervisi harus terdokumentasi dengan baik. Monitoring jurnal dan presensi bukan hanya formalitas, tetapi instrumen kendali mutu untuk memastikan mahasiswa benar-benar memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan capaian pembelajaran lulusan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Polinela berupaya menyamakan persepsi pelaksanaan magang, mempertegas mekanisme konversi mata kuliah, serta memperkuat fungsi dosen pembimbing sebagai mentor akademik dan pembina karakter mahasiswa. Dengan sistem pendampingan yang terstruktur, diharapkan pelaksanaan MBKM tidak hanya menghasilkan kompetensi teknis, tetapi juga membentuk profesional muda yang adaptif, disiplin, dan berintegritas sesuai kebutuhan dunia industri.





