Polinela, Rabu (08/04/2026). Sebagai bagian integral dari rangkaian Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-42, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menghadirkan sesi orasi ilmiah yang menjadi ruang strategis bagi para akademisi untuk menyampaikan gagasan inovatif dan kontribusi nyata terhadap pembangunan sektor pangan dan pertanian nasional.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni akademik semata, melainkan juga momentum penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi vokasi sebagai pusat pengembangan ilmu terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dua orasi ilmiah yang disampaikan mengangkat isu-isu krusial terkait ketahanan pangan berkelanjutan dan transformasi pertanian berbasis teknologi.
Orasi ilmiah pertama disampaikan oleh Dr. Ir. Nurbani Kalsum, M.Si., dosen Jurusan Teknologi Pertanian Program Studi Teknologi Pangan, dengan judul “Propolis, Inovasi Lokal Lampung dan Hilirisasi Pangan Fungsional Menuju Ketahanan Pangan Nasional yang Berkelanjutan.”
Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa propolis sebagai salah satu produk turunan lebah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional bernilai tambah tinggi. Tidak hanya sebagai komoditas lokal unggulan, propolis juga dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan produk pangan yang menyehatkan sekaligus bernilai ekonomis.
“Pemanfaatan propolis sebagai inovasi pangan fungsional tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya hilirisasi produk pangan berbasis sumber daya lokal agar tidak berhenti pada tahap produksi bahan mentah, melainkan mampu masuk ke rantai industri dengan nilai komersial yang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan visi Polinela dalam mendorong inovasi berbasis potensi daerah.
Sementara itu, orasi ilmiah kedua disampaikan oleh Anung Wahyudi, S.P., M.Sc., Ph.D., dari Jurusan Budidaya Tanaman Pangan Program Studi Teknologi Perbenihan, dengan judul “Peran Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Lampung Dalam Menghasilkan Varietas Unggul Nasional Tanaman Hortikultura Berbasis Smart Agriculture.”
Dalam orasinya, ia menyoroti urgensi penerapan teknologi pertanian cerdas (smart agriculture) dalam menjawab tantangan global, seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, serta tuntutan peningkatan produktivitas pertanian.
Ia menjelaskan bahwa integrasi teknologi seperti Internet of Things (IoT), sistem monitoring berbasis data, hingga otomatisasi pertanian menjadi kunci dalam menghasilkan varietas unggul yang adaptif, efisien, dan berdaya saing tinggi di pasar nasional maupun global.
“Perguruan tinggi vokasi memiliki peran strategis dalam riset terapan yang langsung berdampak pada sektor pertanian. Melalui pendekatan smart agriculture, kita dapat menghasilkan varietas unggul yang produktif, efisien, dan berkelanjutan,” paparnya.
Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa Polinela terus berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam pengembangan inovasi pertanian berbasis teknologi, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, industri, maupun masyarakat.
Kehadiran dua orasi ilmiah ini semakin menegaskan posisi Polinela sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya fokus pada proses pembelajaran, tetapi juga aktif dalam menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan, khususnya di sektor pangan dan pertanian.
Melalui forum akademik ini, Polinela menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi inovasi, penguatan riset terapan, serta penciptaan teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, peran Polinela tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak kemajuan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.





