Dua Galur Ubi Jalar Unggul Baru Hasil Riset Dosen Polinela Berhasil di budidayakan di Lampung Barat
Berita

Dua Galur Ubi Jalar Unggul Baru Hasil Riset Kolaborasi Dosen Polinela bersama BBI Berhasil di budidayakan di Lampung Barat

Polinela, Rabu (07/01/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menorehkan capaian strategis di bidang inovasi pertanian melalui pengembangan galur ubi jalar unggul baru, yakni Ubi Jalar Polinela-1 dan Polinela-2. Kedua galur ini merupakan hasil persilangan terbuka (open pollination) dari induk betina ubi jalar ungu varietas Ayamurasaki yang dirakit oleh dosen Polinela, Dr. Ir. Ratna Dewi, M.P., sejak tahun 2018.

Ubi Jalar Polinela-1 dan Polinela-2. Kedua galur ini merupakan hasil persilangan terbuka (open pollination) dari induk betina ubi jalar ungu varietas Ayamurasaki

Proses pemuliaan dilakukan melalui metode open pollination antara Ayamurasaki dengan tujuh tetua jantan yang terdiri atas lima ubi jalar unggul lokal Lampung (LPG-01, LPG-03, LPG-06, LPG-07, dan LPG-10) serta dua ubi jalar unggul nasional, yaitu Beta-2 dan Cilembu. Metode ini memungkinkan terjadinya penggabungan berbagai karakter genetik unggul sehingga menghasilkan variabilitas genetik yang luas dan berpotensi melahirkan galur-galur superior.

Pada tahap awal, persilangan menghasilkan sebanyak 90 nomor galur generasi F1. Selanjutnya, galur-galur tersebut melalui tahapan seleksi berjenjang yang meliputi seleksi tanam tunggal, seleksi gulud tunggal, seleksi gulud ganda, uji daya hasil pendahuluan, uji daya hasil lanjutan, hingga uji multilokasi. Seluruh proses seleksi ini dilaksanakan secara konsisten dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Perbenihan Politeknik Negeri Lampung yang sedang melaksanakan penelitian tugas akhir.

Dua Galur Ubi Jalar Unggul Baru Hasil Riset Dosen Polinela Berhasil di budidayakan di Lampung Barat
Panen Galur Ubi Jalar di BBI Sekincau Lampung Barat

Dari rangkaian seleksi tersebut, diperoleh beberapa galur dengan karakter unggul, seperti warna daging umbi ungu, cita rasa yang enak, daya hasil tinggi lebih dari 500 gram per tanaman, serta umur panen yang genjah sekitar 3–4 bulan. Dua galur terbaik, yaitu AOP 19 dan AOP 23, kemudian ditetapkan sebagai galur unggulan dan diberi nama Polinela-1 dan Polinela-2.

Sebagai bagian dari pengujian lanjutan, Politeknik Negeri Lampung bekerja sama dengan UPB Tanaman Sayuran Sekincau, Lampung Barat, melaksanakan demplot uji adaptasi ubi jalar ungu Polinela-1 dan Polinela-2. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat daya adaptasi dan potensi produksi kedua galur tersebut pada kondisi agroekosistem di wilayah Sekincau, Lampung Barat.

Direktur Politeknik Negeri Lampung yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian riset tersebut. Ia menegaskan bahwa inovasi ubi jalar Polinela-1 dan Polinela-2 merupakan wujud nyata komitmen Polinela dalam mengembangkan riset terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pengembangan galur ubi jalar Polinela-1 dan Polinela-2 menunjukkan peran Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga aktif menghasilkan inovasi terapan di bidang pertanian. Kami mendorong agar hasil riset ini terus dikembangkan hingga dapat dilepas sebagai varietas unggul dan dimanfaatkan secara luas oleh petani,” ujar Didik Kuswadi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahapan penelitian menjadi nilai tambah tersendiri karena mampu meningkatkan kompetensi, pengalaman lapangan, serta daya saing lulusan Polinela di bidang pertanian dan perbenihan.

Secara karakteristik, Polinela-1 memiliki postur tanaman yang lebih ramping, rasa umbi yang lebih manis, serta kandungan energi total yang lebih tinggi. Sementara itu, Polinela-2 memiliki postur tanaman yang lebih besar, tingkat produksi yang lebih tinggi, serta aktivitas antioksidan yang lebih unggul.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata Politeknik Negeri Lampung dalam mendukung pengembangan komoditas pangan lokal unggul, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Provinsi Lampung.