Kegiatan

Diseminasi Tracer Study Polinela Ungkap Tingginya Daya Saing Lulusan di Dunia Kerja

Polinela, Rabu (14/05/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan kegiatan Diseminasi Tracer Study Tahun Akademik 2025 bagi lulusan tahun 2024. Tracer Study bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan instrumen strategis bagi Polinela untuk melihat secara objektif daya saing lulusan di dunia kerja. Melalui kegiatan ini, Polinela memastikan bahwa proses pendidikan yang diberikan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sekaligus relevan dengan dinamika pasar kerja yang terus berkembang.

Lebih jauh, Tracer Study memiliki peran krusial dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi vokasi. Data yang dihimpun menjadi dasar pendukung akreditasi program studi dan institusi, pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU), SAKIP, serta implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hasilnya juga dimanfaatkan sebagai pijakan dalam penyempurnaan kurikulum dan perumusan kebijakan strategis pengembangan Polinela ke depan.

Pada Tracer Study ini, dari total 863 alumni lulusan tahun 2024 yang menjadi sasaran survei, sebanyak 597 alumni berpartisipasi dengan tingkat respons mencapai 69,2 persen. Pengumpulan data dilakukan sejak April hingga Desember 2025 melalui survei daring menggunakan borang digital, yang diperkuat dengan komunikasi intensif melalui email, WhatsApp, dan telepon.

Hasil survei menunjukkan capaian yang menggembirakan. Mayoritas lulusan Polinela telah terserap di dunia kerja, dengan rincian 63 persen bekerja sebagai karyawan atau pegawai, 8 persen memilih jalur wirausaha, dan 3 persen melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Sementara itu, 25 persen alumni tercatat masih dalam tahap pencarian kerja.

Dari sisi masa tunggu kerja, lulusan Polinela hanya membutuhkan rata-rata 1,93 bulan untuk memperoleh pekerjaan pertama. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa kompetensi lulusan Polinela dinilai sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Tracer Study juga mencatat adanya peningkatan pendapatan seiring jenjang pendidikan. Lulusan D2 memiliki rata-rata pendapatan Rp2,07 juta per bulan, D3 sebesar Rp3,36 juta, Sarjana Terapan (S1) mencapai Rp3,56 juta, dan Magister Terapan (S2) mencatat pendapatan tertinggi dengan rata-rata Rp4,82 juta per bulan. Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan tercatat sebagai program studi dengan rata-rata pendapatan lulusan tertinggi.

Dari aspek sebaran wilayah kerja, sebanyak 63 persen alumni Polinela bekerja di Provinsi Lampung. Hal ini menegaskan peran nyata Polinela dalam mendukung pembangunan dan penguatan perekonomian daerah. Alumni lainnya tersebar di Pulau Jawa, wilayah Sumatera lainnya, Kalimantan, hingga berbagai daerah lain di Indonesia. Sementara dari sektor pekerjaan, mayoritas alumni bekerja di perusahaan swasta, disusul instansi pemerintah, serta BUMN dan BUMD.

Diseminasi Tracer Study ini juga mengulas keselarasan antara bidang studi dan pekerjaan alumni. Lebih dari 70 persen lulusan menilai pekerjaan yang mereka jalani memiliki keterkaitan yang cukup erat hingga sangat erat dengan bidang studi serta jenjang pendidikan yang ditempuh selama di Polinela.

Meski demikian, survei turut mengidentifikasi kebutuhan penguatan kompetensi, khususnya dalam penguasaan Bahasa Inggris dan pemanfaatan teknologi informasi. Menyikapi hal tersebut, Politeknik Negeri Lampung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas lulusan melalui penyempurnaan kurikulum, penguatan pembelajaran berbasis praktik, serta perluasan jejaring kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.